Rabu, 04 November 2009

Sudut Pandang Orang Kedua

Pernah baca novel yang pake sudut pandang orang kedua gak?
kalo belom ya wajar aja, soalnya sudut pandang orang kedua jarang banget dipake buat bikin novel atau cerita lain.
kenapa eh kenapa? karna sudut pandang orang kedua itu ribeeeeeeeetnyaa minta ampuun.
kalo sudut pandang orang pertama sama ketiga mungkin kalian udah tau dan sering baca novel yg pake sudut pandang orang pertama sama ketiga.

nih contoh-contohnya..

  • Sudut pandang orang pertama
Pengarang seolah-olah menjadi tokoh utama dalam cerita. Contoh: Aku melihatnya dari kejauhan. Aku berlari menghampirinya dan memanggil namanya. Ia terlihat sangat terkejut melihatku ada disini.

  • Sudut pandang orang ketiga
Pengarang memposisikan dirinya hanya sebagai narator atau orang yang menceritakan tokoh-tokoh dalam cerita. Contoh: Riri melihat Dio dari kejauhan. Riri berlari menghampiri Dio dan memanggil Dio. Dio terlihat sangat terkejut melihat Riri ada disana.

nah kalo sudut pandang orang kedua gimana?

  • Sudut pandang orang kedua
contoh sudut pandang orang kedua (sepertinya kurang lebih kayak gini) : Seseorang melihatmu dari kejauhan. Orang itu berlari menghampirimu dan memanggil namamu. Kau terlihat sangat terkejut melihat orang itu disana.
jadi sudut pandang orang kedua itu pengarang cuma sebagai pencerita yang nyeritain si 'kamu' , tapi pengarangnya sendiri gak boleh nyebut dirinya sebagai 'aku' kayak gini 'aku berlari menghampirimu dan memanggil namamu', klo misalnya kaya gitu sudut pandangnya berubah jadi sudut pandang orang pertama. Jadi, 'aku' harus diganti sama 'seseorang', 'ibumu', 'ayahmu', dan sebagainya. ngerti gak? ngerti deh..

yaaa kurang lebih begitulaaah.
ribet kan? -__-

Siapa yg mau nyoba buat cerita pake sudut pandang orang kedua?

2 Comments:

  1. -love-green!! said...
    sorry gag berminat :p hhaha
    haniyyah said...
    hahaha cobalah try.. buat crita ttg try sm odi, ato gak sm si tablo heemm :D

Post a Comment